1. Yogyakarta
Biarpun gempa pernah melanda, kota ini tidak pernah menyisakan luka buat saya. Sejak kuliah sampai akhirnya kembali ke Jakarta, saya selalu berkeliaran pontang panting di kota ini. Selain karena soto daging “abal-abal” (my mom said) di samping Ramai mall, yang jadi langganan saya sejak 6 tahun lalu (minimal tiap ke sini: 2 mangkok tapi tanpa babat, 4 potong tempe tepung dan sambal banyak2), Yogyakarta meninggalkan begitu banyak kenangan. Bukan dengan siapa, tapi pada apa yang saya jalani di sana. Dengan siapa saya bertemu dan bagaimana saya bertahan di kota ini demi sebuah penerbitan majalah kampus. Intinya, di kota ini i can do anything!!!
Belum lagi Kotagede, life between walls, yang membuat saya termehek-mehek jatuh cinta pada setiap gang yang saya lewati kala itu, di tahun 1998…Hingga akhirnya saya datang kembali di tahun 2004 dengan segenap tugas kantor…Di sini, saya punya makanan favorit, Kipo, saya rasa semua orang tahu soal penganan yang satu ini , okey case close…kembali ke topik awal!
Harmoni yang tercipta di Yogyakarta, membuat saya yakin, kelak jika berumur panjang (amin), saya ingin membeli rumah di sini (bukan di Jakarta), bikin perpustakaan kecil tapi dengan halaman luas, dan anak2 sekitar rumah boleh baca dan main2 sampe puas di sana….(tentu saja sambil saya ajarkan mereka menulis agar bisa berkisah ttg hari2nya yang ceria) hehehe
Di sini, saya cinta mati pada soto kadipiro lama…(yang ada lukisan kuda di dalam kedainya), yang kalau ada bupati dr daerah sebelah dateng, tempatnya musti steril dan bikin saya musti tergopoh-gopoh kalau pas lg makan di sana…secara semua meja bisa reserved….!
Di sini, saya cinta mati pada becak…si mang Adi depan Ibis Malioboro yang hobi ngajak saya ngiter2 masuk keluar keraton sambil cerita panjang lebar…soal macem2…Dan penghormatan saya pada semua abang becak di sini….kalau mau mengeluh, saya langsung inget-inget raut wajah bapak-bapak penarik becak di sepanjang kota Yogya…senantiasa saya malu untuk berkeluh kesah…
Di sini, saya kenal pengusaha muda, si pendiri SS yang bikin saya ketagihan sama ayam goreng homemade dan sambal hati ampelanya yang enak sekali itu. Di sini saya bisa bilang, ada polisi yang BAIK….bukan BAD COP yang asal tilang demi masukkan akhir bulan….Di sini saya pertama kali nyoba sate kuda Gondolayu di paksa Rozak my friend dan bikin saya meler2 keenakan…hiks *hayangggg
Intinya masih banyak hal yang membuat saya jatuh cinta sama Yogyakarta….