behind the scene buku sejarah kuliner

Selama mengerjakan buku ini, kepala saya hampir meledak (berikut emosi yang juga remuk redam) karena berbagai alasan. Sejarah. Itulah yang jadi poin utama konten buku ini. Baru saya sadari, betapa Indonesia memiliki file-ing system yang jauh dari baik. Bahkan nyaris punah. Perpustakaan daerah, keraton, kerajaan, dsb…tidak banyak membantu….

Kedua, memahami kondisi  banyak pihak yang…sungguh…bikin kerjaan seperti luluh lantah hanya karena kata-kata….saya revisi, saya tolak, saya mau ini, saya mau itu, tidak bisa, ubah, ganti, timeline..blablabla….and where am I ? dunno…asking the smiling grass….saya tertimbun diantara ketegangan demi ketegangan itu…*hey that was worked for…

Ketiga….bagian yang paling saya suka adalah berkomunikasi dengan para endores, para testimonier….yang juga sahabat-shabat saya sendiri. Haryo Pramoe yang selalu rendah hati, Letta yang selalu ceria meski kesibukannya mirip Mbak Mega, hehe, ada juga Laksmi Pamuntjak…(dibalik segala kekaguman saya pada tulisan, karya, pemikiran, dan her life)…saya jadi kenal dengannya….

Smsnya sangat “menyegarkan”. Mengangkat sekian keletihan yang terus-menerus bikin saya hampir ke lupa waktu dan kehidupan lainnya selain buku ini. Intinya, betul-betul menyita pikiran, bahkan semangat dan segalanya. Ini kalimatnya :

yang tidak formal dia (Laksmi) menyebut:

teksnya benar-benar oke loh, mencakup banyak aspek dan padat berisi

Yang kemudian diformalkan olehnya menjadi:

“Sebuah buku yang tak hanya memadukan sejarah, informasi praktis, resep, dan rekomendasi rumah makan se Nusantara secara singkat tapi padat, tapi juga dengan kepekaan kuliner yang bernas dan komperhensif”

Seketika…rasa jenuh, capek dan letih tak berperikan *sedappppp….bahasanya uedannn… lenyap-nyap….mungkin inilah yang membuat semua penulis bertahan dengan pekerjaannya. Kepuasan yang sederhana, yang justru jauh dari materi berlimpah! 

Akhir kata, saya amat sangat berharap buku ini kelar….dengan hasil yang maksimal…bagi semua yang berkepentingan di dalamnya…

*dalam keadaan terengah-engah…menulis tongseng, kupang lontong, rujak cingur dan ayam kremes yang tersisa…

-S-

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.